PKSTV Jakarta
Anggota DPRD DKI bersama dengan Bappeda dan SKPD masih terus menyisir rancangan anggaran DKI 2020. Dalam rapat dengan Komisi A, kesejahteraan para petugas pemadam kebakaran menjadi salah satu yang disoroti.
Anggota DPRD DKI, Umi Kulsum, meminta agar para petugas damkar yang sifatnya masih honorer agar diangkat menjadi PNS secara bertahap. Jadi, bukan orang-orang baru yang malah ditugaskan menjadi anggota damkar.
Menurutnya, para petugas damkar yang masih honorer perlu mendapat jaminan dan kesejahteraan. Sebab, tugas yang dipegangnya merupakan pertaruhan nyawa.
"Pemadam kebakaran kalau enggak salah setiap tahun ada yang diterima, ada yang enggak. Kalau yang jadi honorer itu tenaga kita, ketika dia bertugas keluarga was-was, Pak, karena urusan dengan api," kata Umi di gedung DPRD DKI, Kamis (31/10).
"Jangan 3 tahun lah, kalau bisa malah diangkat jadi PNS. Anggarannya kalau enggak salah Rp 2,5 juta yang honorer. Sudah UMR ya? Kalau perlu tambahin lagi," tambah politikus PKS itu.
Tidak hanya itu, menurutnya, jika membandingkan dengan negara lain, seharusnya petugas kebakaran bergaji lebih tinggi dibanding polisi. Hal ini karena petugas kebakaran bekerja langsung menyentuh masalah warga.
"Pemadam kebakaran kalau studi banding ke Arab, di sana itu pemadam kebakaran, gajinya lebih tinggi dari polisi loh, pak," ujar Umi yang disambut dengan tepuk tangan dari hadirin.
Umi menilai tugas pemadam kebakaran lebih dari hanya memadamkan api. Ada banyak fungsi damkar yang langsung menyentuh rakyat.
"Setelah saya ketahui ternyata damkar ini selain pemadam kebakaran, keselamatan. Ngurusin orang mau bunuh diri saja, orang damkar loh, Pak karena dia yang punya tangga tinggi. Jadi orang mau bunuh diri, orang putus cinta, masuknya ke sini. Artinya fungsinya luar biasa," tutur dia.
Anggota Legislatif (Aleg) Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Umi Kulsum, perjuangkan kesejahteraan tenaga Posyandu, Posbindu, Poslansia dan Jumantik, pada rapat Komisi A dengan Pemprov DKI Jakarta serta jajaran Walikota se DKI Jakarta.
Menurut Umi, dirinya sering kali hadir, baik dalam kampanye maupun setelah dilantik menjadi wakil rakyat, menemui para tenaga Posyandu sampai Jumantik di daerah pemilihan (dapil)-nya, keinginannya adalah, adanya kebijakan naiknya kesejahteraan atas aktivitas yang dilakukan selama ini.
“Mereka pejuang dan ujung tombak dalam masyarakat yang perlu diperjuangkan dan diperhatikan kesejahteraannya,” kata Umi yang berasal dari dapil Jakarta Timur VI yang meliputi Kecamatan Pasar Rebo, Makasar, Ciracas dan Cipayung.
Umi juga mengatakan, dirinya berkesempatan dalam menyuarakan hal tersebut dalam rapat siang tadi. Umi berharap keinginan masyarakat ini dapat diterima sehingga bertambah semangat para aktivis sosial tersebut dalam melayani warga yang membutuhkan.
“Semoga ini betul-betul diperhatikan oleh pihak-pihak terkait dan dapat dimasukkan kedalam APBD 2020 yang akan datang,” pungkas Umi.[ab]
KH Muhammad Thamrin akan dilantik menjadi anggota DPRD DKI Jakarta pada Senin (26/8/2019).
Muhammad Thamrin caleg dari PKS terpilih mendapat 16.000 suara dari empat wilaah di Dapil 6 (Pasar Rebo, Ciracas dan Makassar).
"Saya tidak menggantikan siapa-siapa, tapi memang nambah. Tadinya kan 11, sekarang jadi 16. Kalau dari kita (PKS) di Dapil 4, 5, 6 itu nambah 100 persen, tadinya kan cuma tiga sekarang jadi enam, jadi bisa berkontribusi, berkhidmad untuk masyarakat," ungkap Thamrin saat ditemui Wartakotalive ketika meninjau Ruang Paripurna DPRD DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu (25/8/2019).
Kemenangan Thamrin dengn raih ribuan suara tersebut katanya menguatkan fraksi PKS DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.
Sebab, disebutkannya, PKS yang semula hanya memiliki sebanyak 11 kursi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 kini melonjak menjadi sebanyak 16 kursi pada Pileg 2019.
Bertambahnya anggota DPRD fraksi PKS katanya menambah kekuatan untuk mendukung program Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan selaku partai pengusung dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 silam.
"Kalau program-program memang wilayahnya pak Gubernur itu memang untuk bisa membuat warga Jakarta lebih baik, bisa kemudian membenahi Jakarta lebih baik, kita sangat-sangat dukung lah. Beliau perlu support (dukungan) yang baik dari semuanya untuk cinta Jakarta lah," ungkap KH Thamrin.
Walau begitu, selaku perpanjangan tangan dari masyarakat, Thamrin mengaku akan menyampaikan seluruh keputusan atas kepentingan masyarakat.
Sehingga apa pun yang dinilai berguna bagi kesejahteraan masyarakat, dirinya akan mendukung.
"Barang kali ada orang yang sulit mengakui kejujuran hati kita sendiri, kalau kita jangan ada kepentingan. Kita di masyarakat juga begitu, kalau ada konflik-konflik kita dudukan, yang salah kita tempatkan salah, yang benar kita tempatkan benar," ungkap Thamrin.
"Jadi artinya bisa berafiliasi kepada kebenaran, kalau kebenaran itu berafiliasi dengan kebenaran yang haq itu berafiliasi dengan yang benar. Itu semua kita dukung," tuturnya.
Bersamaan dengan kehadiran Thamrin yang meninjauan ruang paripurna sekaligus tempat duduknya ketika pelantikan, sejumlah staf Sekretariat DPRD DKI Jakarta tengah menata kursi, mulai dari Gubernur, Ketua DPRD DKI Jakarta hingga para anggota DPRD baru dan lama.
Selain itu, petugas Dinas Kehutanan dan Pertamanan DKI Jakarta terlihat berlalu lalang membawa beragam jenis bunga. Bunga tersebut kemudian ditata di sejumlah sudut untuk mempercantik Ruang Paripurna. (dwi)
Sumber : WartaKota


